
Jakarta – Makanan manis memang sulit ditolak, apalagi ketika dikonsumsi sebagai camilan atau pencuci mulut. Namun, terlalu banyak asupan gula dalam waktu singkat bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman. Agar tidak berlanjut menjadi kebiasaan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan setelah mengonsumsi makanan manis berlebihan.
Pada dasarnya, makanan dan minuman manis masih boleh dikonsumsi selama jumlah dan frekuensinya tidak berlebihan. Masalahnya, rasa manis yang nikmat terkadang membuat seseorang sulit mengontrol porsinya.
Setelah menyantap banyak gula, sebagian orang juga dapat mengalami perubahan energi atau yang populer disebut sugar crash. Untuk membantu mengatur kembali pola makan setelahnya, ahli gizi menyarankan beberapa langkah sederhana.
Dikutip dari The Healthy, berikut lima hal yang bisa dilakukan setelah terlalu banyak makan makanan manis.
1. Pilih Camilan yang Mengandung Protein dan Lemak
Setelah menyantap banyak makanan manis, jangan langsung kembali mengonsumsi camilan tinggi gula. Pilihan yang mengandung protein dan lemak bisa menjadi alternatif.
Selai kacang, misalnya, dapat dikonsumsi dalam jumlah secukupnya. Kacang-kacangan juga bisa menjadi pilihan karena mengandung kombinasi protein dan lemak yang membantu memperlambat proses pencernaan.
Ahli gizi Jennifer Bolton menyarankan satu sendok makan selai kacang atau segenggam kacang sebagai sumber lemak dan protein setelah konsumsi makanan manis.
2. Coba Teh dengan Perasan Lemon
Teh lemon juga bisa menjadi pilihan minuman setelah menikmati makanan manis. Teh, terutama teh hijau, dapat dikombinasikan dengan perasan lemon untuk memberikan rasa segar tanpa perlu menambahkan gula.
Teh dan lemon memiliki sifat diuretik sehingga dapat meningkatkan produksi urine. Meski cara ini bukan berarti secara langsung mengeluarkan kelebihan gula dari tubuh, minuman tanpa tambahan gula tetap lebih baik dibandingkan minuman manis lainnya.
Jika ingin mengonsumsi teh lemon, sebaiknya hindari tambahan gula, sirup, atau pemanis berlebihan.
3. Jangan Sengaja Melewatkan Sarapan
Merasa bersalah karena makan terlalu banyak makanan manis sering membuat seseorang memilih tidak makan pada hari berikutnya. Padahal, melewatkan sarapan bukan cara yang tepat untuk mengimbangi konsumsi makanan sebelumnya.
Ahli gizi Amanda Bontempo justru menyarankan tetap menjalani pola makan normal pada keesokan harinya. Pilih sarapan dengan kandungan protein dan lemak sehat agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
Asupan makanan manis juga sebaiknya dikurangi. Jika ingin mengonsumsi sesuatu yang memiliki rasa manis, buah utuh dapat menjadi pilihan dibandingkan makanan dengan tambahan gula.
4. Buat Smoothie Tanpa Gula Tambahan
Smoothie dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu makan berikutnya setelah sebelumnya terlalu banyak menyantap makanan manis.
Agar lebih bernutrisi, campurkan sayuran dengan buah dalam jumlah yang sesuai. Porsi sayuran bisa dibuat lebih banyak dibandingkan buah sehingga kandungan gula alaminya tidak terlalu tinggi.
Yang perlu diperhatikan adalah bahan tambahan. Hindari memasukkan gula, sirup, atau pemanis lainnya. Jika menggunakan susu atau yogurt, pilih produk yang tidak mengandung tambahan gula.
5. Kendalikan Keinginan Makan Manis Lagi
Setelah mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak, keinginan untuk mencari makanan manis lainnya terkadang masih muncul. Karena itu, penting untuk mengenali dan mengendalikan dorongan tersebut.
Salah satu langkah sederhana adalah tidak menyimpan terlalu banyak camilan manis di rumah. Ketika makanan tersebut mudah dijangkau, godaan untuk kembali mengonsumsinya juga bisa semakin besar.
Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity pada 2015 juga membahas kaitan antara ketersediaan makanan di lingkungan seseorang dengan risiko obesitas.
Sebagai gantinya, sediakan camilan yang lebih bernutrisi, seperti buah, kacang-kacangan, atau makanan dengan rasa manis alami.
Tidak Perlu Menghukum Diri Setelah Makan Manis
Mengonsumsi makanan manis sesekali bukan berarti pola makan langsung menjadi tidak sehat. Yang lebih penting adalah kembali ke pola makan seimbang dan tidak menjadikan satu kali makan berlebihan sebagai alasan untuk melewatkan waktu makan berikutnya.
Setelah menikmati makanan manis, cukup kembali mengatur porsi, memilih makanan bernutrisi, minum air yang cukup, dan menghindari tambahan gula secara berlebihan. Dengan begitu, pola makan tetap terjaga tanpa perlu melakukan langkah ekstrem.
