
Jakarta – Ginjal bekerja tanpa henti untuk menyaring darah, membuang zat sisa, serta membantu menjaga keseimbangan cairan dan mineral di dalam tubuh. Karena itu, menjaga organ tersebut tidak hanya dilakukan dengan cukup minum, tetapi juga melalui pola makan yang tepat.
Sejumlah bahan makanan sehari-hari menyediakan serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan yang dapat menjadi bagian dari pola makan untuk mendukung kesehatan ginjal. Namun, kebutuhan setiap orang tetap berbeda, terutama bagi mereka yang sudah memiliki penyakit ginjal.
Dikutip dari Times Entertainment, berikut beberapa makanan yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan untuk membantu menjaga kesehatan ginjal:
1. Kubis
Kubis termasuk sayuran yang dapat menjadi pilihan bagi orang yang perlu memperhatikan asupan kalium. Selain itu, sayuran ini mengandung vitamin C, vitamin K, folat, serta serat.
Berbagai senyawa antioksidan di dalam kubis membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Seratnya juga mendukung sistem pencernaan sehingga dapat menjadi bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.
Kubis cukup mudah diolah, mulai dari ditumis sebentar, dibuat sup, hingga dijadikan campuran salad.
2. Anggur merah
Anggur merah mengandung polifenol, termasuk resveratrol, yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa tersebut banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan pembuluh darah dan membantu melawan stres oksidatif.
Kandungan air dan serat dalam buah juga membuat anggur dapat menjadi pilihan camilan. Sebaiknya pilih buah segar dan cuci hingga bersih sebelum dikonsumsi.
Untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik, hindari produk anggur yang telah diberi tambahan sirup atau gula dalam jumlah tinggi. Jumlah konsumsi pun tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan harian.
3. Bawang putih
Bawang putih tidak hanya berfungsi sebagai penyedap masakan. Bahan ini juga mengandung senyawa sulfur dan komponen bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan serta antiinflamasi.
Menggunakan bawang putih sebagai bagian dari menu dapat membantu mengurangi kebutuhan akan garam dan penyedap berlebihan. Hal tersebut penting karena tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat membebani kesehatan ginjal.
Bawang putih dapat dimasukkan ke dalam tumisan, sup, atau berbagai masakan lainnya. Konsumsinya tetap perlu dalam jumlah wajar, terutama bagi orang yang sensitif terhadap makanan yang bersifat iritatif.
4. Blueberry
Buah berwarna biru keunguan ini kaya akan flavonoid dan berbagai senyawa antioksidan. Kandungan tersebut membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Blueberry juga menyediakan serat dan memiliki rasa manis alami sehingga dapat menjadi alternatif camilan dibandingkan makanan yang tinggi gula tambahan.
Buah ini bisa dimakan langsung, dicampurkan ke yoghurt, atau dijadikan topping oatmeal. Namun, produk olahan seperti jus atau saus blueberry perlu diperiksa kandungan gula tambahannya.
5. Kembang kol
Kembang kol merupakan sayuran lain yang relatif rendah kalium dan menyediakan berbagai vitamin serta serat. Karena kandungan nutrisinya, sayuran ini dapat menjadi alternatif untuk memperbanyak porsi makanan nabati.
Vitamin C, folat, dan berbagai senyawa tumbuhan di dalamnya ikut mendukung perlindungan sel dari stres oksidatif. Kembang kol juga cukup fleksibel untuk diolah menjadi sup, dikukus, dipanggang, atau dijadikan campuran berbagai hidangan.
Memasaknya secukupnya dapat membantu mempertahankan tekstur dan sebagian kandungan nutrisinya.
Tetap sesuaikan dengan kondisi ginjal
Makanan yang dianggap baik untuk kesehatan ginjal pada orang sehat belum tentu cocok untuk seseorang yang sudah mengalami gangguan ginjal. Pada penyakit ginjal kronis, misalnya, dokter dapat meminta pasien membatasi kalium, fosfor, natrium, atau protein dalam jumlah tertentu.
Karena itu, pola makan ramah ginjal sebaiknya tidak dibuat berdasarkan satu daftar makanan saja. Kebutuhan nutrisi harus disesuaikan dengan fungsi ginjal dan kondisi kesehatan masing-masing.
Bagi orang yang tidak memiliki gangguan ginjal, memperbanyak sayuran, buah dalam porsi sesuai, serta menggunakan bahan segar dengan lebih sedikit garam dan makanan ultra-proses dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan ginjal secara keseluruhan.
