
Jakarta – Sebuah layanan penjualan sate babi dengan konsep keliling tengah menjadi sorotan karena menawarkan pengalaman berbeda. Alih-alih mengantar makanan yang sudah matang, penjual akan memanggang sate langsung di depan rumah pelanggan sehingga hidangan dapat dinikmati dalam keadaan panas dan baru selesai dibakar.
Usaha bernama Sate Babi Depan Rumah tersebut kini semakin dikenal di wilayah Jakarta dan Bandung. Tanpa memiliki restoran permanen, mereka mengandalkan armada keliling yang mendatangi pelanggan sesuai pesanan.
Konsep ini berawal dari pengalaman Ko Aloy, pedagang sate babi yang telah berjualan sejak tahun 1980-an. Setelah puluhan tahun mempertahankan resep turun-temurun, pada 2023 ia mendapat kesempatan bekerja sama dengan rekannya untuk memperluas jangkauan bisnis agar lebih banyak orang dapat menikmati produknya.
Dari kerja sama itu lahirlah Sate Babi Depan Rumah yang kini mengoperasikan beberapa armada keliling di dua kota tersebut.
Jennifer, selaku admin Sate Babi Depan Rumah, menjelaskan pada 13 Juli bahwa sistem memanggang langsung di lokasi sengaja diterapkan demi menjaga kualitas hidangan. Dengan cara tersebut, pelanggan bisa menikmati sate dalam kondisi hangat, segar, dan baru matang.
Selain menjamin kualitas rasa, proses pembakaran di depan rumah juga memberikan pengalaman tersendiri. Pembeli dapat melihat sate dipanggang di atas bara api hingga matang sambil menikmati aroma asap yang khas sebelum hidangan disajikan.
Untuk urusan bumbu, mereka menggunakan perpaduan rempah-rempah khas Indonesia. Setiap sajian kemudian dilengkapi dengan kecap khas Tangerang, acar segar, serta taburan lengkuas sangrai yang membuat cita rasanya semakin kaya.
Pilihan menu yang tersedia cukup lengkap, mulai dari sate daging, samcan, kulit, usus, hati, hingga urat. Harga sate daging dan samcan dipatok Rp11.000 per tusuk, sedangkan sate kulit, usus, hati, dan urat dijual Rp9.000 per tusuk. Selain itu, tersedia pula bakut kuah sayur asin dengan harga Rp75.000 per porsi.
Respons pelanggan terhadap konsep ini sangat positif. Dalam sehari, penjualan dapat mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 tusuk sate, terutama ketika terdapat acara tertentu atau saat hari-hari besar.
Walau popularitasnya terus meningkat, Sate Babi Depan Rumah tetap mempertahankan konsep usaha keliling sebagai identitas utamanya. Model bisnis tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman makan yang lebih menarik sekaligus memastikan sate diterima pelanggan dalam kondisi paling nikmat.
