
Jakarta – Durian dikenal sebagai raja buah dengan aroma khas yang cukup menyengat. Meski aromanya membuat sebagian orang enggan mendekat, buah berdaging lembut dengan rasa manis legit ini tetap memiliki banyak penggemar.
Di balik kenikmatannya, konsumsi durian ternyata perlu dilakukan secara bijak. Buah ini mengandung beragam nutrisi yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh, termasuk berpotensi mendukung kesehatan hati. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, durian juga bisa memberikan beban tambahan, terutama bagi orang yang telah memiliki gangguan pada organ hati.
Dalam setiap 100 gram durian, terkandung sekitar 147 kalori, 5 gram lemak, 27 gram karbohidrat, 1,5 gram protein, serta 436 mg kalium. Durian juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin B1, B2, B6, vitamin C, zat besi, magnesium, hingga senyawa antioksidan.
Lantas, bagaimana sebenarnya pengaruh makan durian terhadap kesehatan hati? Berikut penjelasannya.
1. Berpotensi memberikan perlindungan bagi hati
Durian matang diketahui mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan hati.
Salah satunya adalah quercetin. Penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Integrative Medicine menunjukkan bahwa senyawa tersebut memiliki potensi dalam membantu melindungi organ hati.
Quercetin dikaitkan dengan kemampuan untuk mendukung perbaikan struktur hati dan regenerasi sel. Senyawa ini juga berpotensi membantu mencegah perkembangan fibrosis hati, yaitu kondisi ketika terjadi penumpukan kolagen berlebihan pada jaringan hati.
Selain itu, kandungan antioksidan dalam durian dapat membantu tubuh melawan radikal bebas yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel.
Durian juga dikaitkan dengan pemulihan kadar glutathione, senyawa penting yang berperan dalam proses detoksifikasi tubuh dan mendukung fungsi hati secara keseluruhan.
2. Bisa menjadi masalah jika dikonsumsi berlebihan
Meski memiliki sejumlah kandungan bermanfaat, makan durian dalam jumlah terlalu banyak juga dapat memberikan dampak yang kurang baik.
Buah ini tergolong tinggi kalori, gula, dan lemak. Ketika dikonsumsi secara berlebihan, tubuh dan hati perlu bekerja lebih keras untuk memproses berbagai zat tersebut.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian khusus bagi orang yang telah mengalami gangguan fungsi hati.
Penderita penyakit hati berlemak atau fatty liver, misalnya, perlu memperhatikan asupan makanan yang tinggi gula, lemak, dan kalori. Pola makan yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi kesehatan hati.
Asupan lemak jenuh yang tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko resistensi insulin dan penyakit hati berlemak.
Karena itu, menikmati durian sebaiknya tetap dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan.
3. Jangan mengonsumsi durian bersama alkohol
Salah satu hal yang perlu dihindari adalah menggabungkan konsumsi durian dengan minuman beralkohol.
Durian mengandung senyawa sulfur yang disebut dapat memengaruhi proses metabolisme alkohol di dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat membuat hati menghadapi beban tambahan saat harus memproses alkohol sekaligus kandungan gula dan lemak dari durian.
Kombinasi keduanya juga dapat memicu sejumlah keluhan, seperti mual, muntah, hingga jantung berdebar pada sebagian orang.
Karena itu, durian dan alkohol sebaiknya tidak dikonsumsi secara bersamaan.
4. Batasi porsi agar tetap aman dinikmati
Agar tetap bisa menikmati durian tanpa berlebihan, jumlah konsumsinya perlu diperhatikan.
Ahli gizi Bibi Chia dari Raffles Diabetes & Endocrine Center menyarankan konsumsi durian dalam porsi terbatas, sekitar dua hingga tiga biji per hari.
Mengonsumsi terlalu banyak durian dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan. Beberapa orang mungkin mengalami mual, muntah, atau diare setelah makan dalam jumlah berlebihan.
Selain itu, kandungan kalori dan gula yang tinggi membuat konsumsi durian perlu dikontrol, terutama bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
5. Orang dengan gangguan hati perlu lebih berhati-hati
Bagi orang yang memiliki masalah pada organ hati, konsumsi durian sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
Kandungan gula dan kalorinya yang cukup tinggi berpotensi menjadi masalah jika buah ini dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah besar. Kondisi tersebut dapat menjadi perhatian khusus bagi penderita perlemakan hati.
Sebaiknya, penderita gangguan hati berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mengetahui jumlah dan jenis makanan yang sesuai dengan kondisinya.
Penderita diabetes juga perlu membatasi konsumsi durian karena buah ini mengandung gula yang cukup tinggi.
Durian memang menawarkan rasa yang nikmat dan berbagai nutrisi bermanfaat. Namun, seperti makanan lainnya, manfaat tersebut akan lebih optimal jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dan menjadi bagian dari pola makan seimbang.
:::
