
Jakarta – Rasa pahit menjadi alasan utama banyak orang enggan menyantap pare. Padahal, sayuran yang masih satu keluarga dengan labu-labuan ini memiliki kandungan nutrisi dan senyawa alami yang berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.
Pare dikenal pula dengan sebutan peria atau paria. Sayuran ini termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae dan banyak ditemukan di wilayah seperti India bagian barat, Assam, serta Burma.
Di Indonesia, pare cukup mudah dijumpai dan biasanya diolah menjadi berbagai hidangan. Ada yang menumisnya bersama telur, tempe, atau ikan teri. Pare juga sering digunakan sebagai salah satu bahan dalam sajian siomay dengan isian adonan ikan.
Walaupun rasanya cenderung pahit dan getir, kandungan nutrisinya membuat pare menarik untuk dikonsumsi. Dikutip dari Healthline, berikut beberapa manfaat pare bagi kesehatan:
1. Membantu Menjaga Asupan Nutrisi
Pare tergolong sayuran rendah kalori tetapi mengandung sejumlah vitamin, mineral, dan serat. Dalam 100 gram pare terdapat sekitar 21 kalori, 4 gram karbohidrat, serta 2 gram serat.
Sayuran ini juga kaya vitamin C, yang jumlahnya dapat memenuhi sekitar 99% kebutuhan harian. Selain itu terdapat vitamin A sekitar 2% kebutuhan harian dan zat besi sekitar 4%.
Vitamin C berperan dalam mendukung sistem pertahanan tubuh, pembentukan tulang, serta proses penyembuhan luka. Sementara vitamin A dibutuhkan untuk membantu menjaga kesehatan mata dan kulit.
Pare juga memiliki sejumlah senyawa antioksidan, seperti katekin, asam galat, epikatekin, dan asam klorogenat. Antioksidan tersebut membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
2. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah
Pare cukup populer karena potensinya dalam membantu mengelola kadar gula darah. Hal ini membuatnya banyak mendapat perhatian dalam penelitian yang berkaitan dengan diabetes.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pare mungkin dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan gula pada jaringan sekaligus membantu meningkatkan sekresi insulin. Insulin sendiri merupakan hormon yang berperan penting dalam mengatur kadar gula darah.
Meski hasil awalnya cukup menarik, bukti mengenai efek pare terhadap diabetes masih belum cukup kuat. Penelitian dengan jumlah peserta lebih besar dan metode yang lebih baik masih dibutuhkan untuk mengetahui efektivitasnya pada manusia secara lebih pasti.
3. Punya Senyawa yang Diteliti untuk Melawan Kanker
Pare juga mengandung beberapa senyawa yang sedang diteliti karena kemungkinan memiliki aktivitas antikanker.
Dalam sejumlah penelitian laboratorium yang melibatkan hewan maupun sel, ekstrak pare dilaporkan dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker payudara serta mendorong kematian sel kanker.
Namun, hasil tersebut belum bisa langsung disamakan dengan manfaat mengonsumsi pare dalam makanan sehari-hari. Penelitian tersebut menggunakan ekstrak dalam konsentrasi tertentu pada sel atau hewan percobaan. Karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efeknya pada manusia.
4. Berpotensi Menurunkan Kolesterol
Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat memicu penumpukan plak lemak pada pembuluh darah. Jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Pare juga diteliti terkait kemampuannya memengaruhi kadar kolesterol. Salah satu penelitian menemukan bahwa ekstrak pare yang larut dalam air dapat menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat secara signifikan dibandingkan plasebo.
Meski demikian, hasil penelitian tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa pare secara konsisten dapat menurunkan kolesterol pada semua orang. Dibutuhkan studi tambahan untuk memperkuat temuan tersebut.
5. Baik untuk Pencernaan dan Bisa Mendukung Diet
Bagi orang yang sedang mengatur pola makan, pare dapat menjadi salah satu pilihan sayuran karena kalorinya relatif rendah dan mengandung serat.
Serat membantu memperpanjang rasa kenyang setelah makan sehingga dapat membantu mengendalikan rasa lapar dan nafsu makan. Asupan serat yang cukup juga penting untuk mendukung fungsi sistem pencernaan.
Pare memiliki sifat pencahar yang berpotensi membantu melancarkan buang air besar, terutama ketika seseorang mengalami sembelit.
Kesimpulan
Meski memiliki rasa pahit yang khas, pare menyimpan berbagai nutrisi dan senyawa alami yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Mulai dari kandungan vitamin dan antioksidan, serat, hingga potensinya dalam membantu menjaga kadar gula dan kolesterol.
Namun, berbagai manfaat tersebut tidak berarti pare dapat menggantikan obat atau terapi medis. Terutama untuk kondisi seperti diabetes atau kolesterol tinggi, konsumsi pare sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan seimbang dan bukan satu-satunya cara untuk menangani kondisi tersebut.
