
Jakarta – Teh hijau dan kombucha sama-sama dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Meski sama-sama berbahan dasar teh, keduanya memiliki proses pembuatan, kandungan nutrisi, hingga manfaat yang berbeda.
Banyak orang menganggap kedua minuman ini memiliki khasiat yang sama. Padahal, terdapat sejumlah perbedaan penting yang perlu diketahui sebelum memilih salah satunya sebagai minuman harian.
Mengutip Verywell Fit, berikut perbedaan utama antara teh hijau dan kombucha.
1. Teh Hijau Kaya Antioksidan
Teh hijau berasal dari daun Camellia sinensis yang diproses secara minimal sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga. Minuman ini terkenal karena kaya akan polifenol, terutama katekin epigallocatechin gallate (EGCG) yang berfungsi sebagai antioksidan.
EGCG membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, teh hijau juga mengandung kafein dalam jumlah sedang dan asam amino L-theanine yang dapat meningkatkan konsentrasi sekaligus memberikan efek relaksasi.
2. Kombucha Merupakan Minuman Fermentasi
Berbeda dari teh hijau biasa, kombucha dibuat melalui proses fermentasi menggunakan teh hitam atau teh hijau, gula, serta kultur bakteri dan ragi yang dikenal sebagai SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast).
Fermentasi berlangsung sekitar satu hingga dua minggu. Selama proses tersebut, mikroorganisme mengubah gula menjadi berbagai senyawa, termasuk asam organik, karbon dioksida, serta sedikit kandungan alkohol.
Karena proses inilah, kombucha mengandung probiotik yang dipercaya dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan. Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi manfaatnya bagi kesehatan jantung dan pengendalian gula darah.
3. Proses Pembuatan Menjadi Pembeda Utama
Perbedaan terbesar kedua minuman ini terletak pada cara pembuatannya. Teh hijau hanya diseduh dari daun teh kering, sedangkan kombucha harus melalui tahap fermentasi.
Akibatnya, kombucha memiliki kandungan probiotik yang tidak ditemukan pada teh hijau. Sebaliknya, teh hijau mengandung kadar antioksidan EGCG yang lebih tinggi serta bebas gula jika disajikan tanpa pemanis.
4. Kandungan Gula Tidak Sama
Teh hijau murni hampir tidak mengandung kalori maupun gula tambahan sehingga cocok bagi orang yang ingin membatasi asupan gula.
Sementara itu, gula menjadi bahan penting dalam pembuatan kombucha karena diperlukan sebagai sumber makanan bagi kultur bakteri dan ragi. Walaupun sebagian besar gula akan terfermentasi, produk akhirnya biasanya masih menyisakan sekitar 4 hingga 10 gram gula per cangkir, terutama pada produk komersial.
5. Kombucha Mengandung Sedikit Alkohol
Fermentasi juga menghasilkan kandungan alkohol alami dalam kombucha. Meski demikian, sebagian besar kombucha yang dijual di pasaran memiliki kadar alkohol di bawah 0,5 persen ABV, sehingga masih tergolong aman bagi kebanyakan orang.
Namun, kandungan alkohol sekecil apa pun tetap perlu diperhatikan oleh kelompok tertentu, seperti ibu hamil, ibu menyusui, maupun orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang disarankan menghindari alkohol.
Secara umum, teh hijau dan kombucha sama-sama menawarkan manfaat kesehatan, tetapi dengan keunggulan yang berbeda. Teh hijau lebih unggul dalam kandungan antioksidan dan rendah kalori, sedangkan kombucha menawarkan tambahan probiotik hasil fermentasi yang baik untuk kesehatan pencernaan. Memilih salah satunya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.
