
Jakarta – Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat memengaruhi keseimbangan cairan di dalam tubuh. Kondisi ini bisa ditandai dengan sejumlah perubahan, seperti rasa haus yang lebih sering, wajah sembap, hingga keinginan menyantap makanan asin.
Garam sebenarnya merupakan bagian penting dalam tubuh. Natrium di dalamnya berperan dalam menjaga keseimbangan cairan serta membantu fungsi saraf. Meski demikian, jumlah yang berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai keluhan.
Beberapa tanda bahkan bisa muncul dalam aktivitas sehari-hari tanpa disadari sebagai akibat dari konsumsi garam yang terlalu tinggi. Ahli gizi Maggie Michalczyk menjelaskan sejumlah gejala yang dapat menjadi sinyal tubuh menerima terlalu banyak natrium.
Dikutip dari Eating Well, berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
1. Mudah Haus
Rasa haus yang muncul lebih sering dari biasanya dan mulut terasa kering dapat menjadi salah satu tanda asupan garam berlebihan.
Natrium dalam jumlah tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Garam membuat tubuh menahan air sekaligus menarik cairan yang tersimpan, sehingga tubuh membutuhkan tambahan cairan.
Menurut Maggie Michalczyk, kondisi tersebut kemudian memunculkan rasa haus sebagai sinyal bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak air.
“Perbanyak minum air putih dan batasi makanan tinggi garam untuk membantu memulihkan keseimbangan cairan,” tuturnya.
2. Sering Ngidam Makanan Asin
Keinginan untuk terus menyantap makanan asin juga dapat berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi.
Ketika lidah terbiasa dengan rasa asin, indra perasa dapat beradaptasi dengan tingkat rasa tersebut. Akibatnya, makanan dengan rasa asin yang lebih kuat bisa terasa semakin menarik.
“Saat tubuh terbiasa dengan makanan asin, indra perasa akan beradaptasi. Akibatnya, Anda akan terus menginginkan rasa asin yang sama,” ujar Maggie Michalczyk, M.S., RDN.
Untuk mengurangi kebiasaan tersebut, Maggie menyarankan agar penggunaan garam dikurangi secara perlahan. Bumbu tanpa tambahan garam, rempah, dan herba dapat digunakan untuk memberikan cita rasa pada makanan.
3. Wajah dan Tubuh Terlihat Sembap
Perubahan lain yang dapat terlihat setelah mengonsumsi terlalu banyak garam adalah munculnya pembengkakan pada sejumlah bagian tubuh.
Natrium berlebih dapat membuat tubuh menahan cairan. Akibatnya, wajah bisa terlihat lebih sembap, sementara jari, pergelangan kaki, atau bagian tubuh lainnya juga dapat mengalami pembengkakan.
Selain itu, penumpukan cairan dapat membuat perut terasa lebih kembung dan tubuh menjadi kurang nyaman.
” Asupan garam tetap dibutuhkan untuk mengganti elektrolit setelah berolahraga, tapi jangan berlebihan,” tutur Maggie.
4. Sering Buang Air Kecil
Frekuensi buang air kecil juga dapat meningkat ketika seseorang mengonsumsi banyak garam, terutama setelah muncul rasa haus dan tubuh mendapat asupan air dalam jumlah lebih banyak.
Ketika kebutuhan cairan mulai terpenuhi, tubuh akan mengeluarkan urine untuk membantu membuang kelebihan cairan dan natrium.
Michalczyk juga menjelaskan bahwa terlalu banyak garam dapat membuat ginjal bekerja lebih keras karena organ tersebut bertugas menyaring zat-zat dari tubuh.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, beban berlebih pada ginjal dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan fungsi ginjal hingga gagal ginjal.
5. Sering Sakit Kepala
Sakit kepala juga bisa muncul ketika konsumsi garam terlalu tinggi. Salah satu penyebabnya berkaitan dengan perubahan keseimbangan cairan dalam tubuh.
“Kelebihan natrium mengganggu keseimbangan cairan tubuh sehingga memicu dehidrasi. Saat tubuh kehilangan terlalu banyak air, otak ikut menyusut dan menimbulkan sakit kepala,” tutur Maggie.
Selain sakit kepala, konsumsi garam berlebihan dalam kondisi tertentu juga dapat disertai keluhan lain seperti mual, pusing, bahkan muntah.
Mencukupi kebutuhan air dan mengurangi makanan tinggi garam dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Meski garam tetap dibutuhkan tubuh, jumlahnya perlu diperhatikan. Mengurangi makanan tinggi natrium secara bertahap dan memilih makanan dengan bumbu yang lebih alami dapat menjadi salah satu cara untuk mengontrol asupan garam sehari-hari.
