
Jakarta – Paprika merah dan hijau sama-sama populer sebagai bahan masakan. Keduanya rendah kalori dan mengandung berbagai nutrisi, tetapi ternyata memiliki perbedaan kandungan vitamin serta antioksidan.
Paprika bisa dikonsumsi mentah maupun diolah menjadi berbagai hidangan. Selain memberikan warna menarik, sayuran ini juga memberikan rasa dan tekstur yang khas.
Paprika merah biasanya terasa lebih manis karena sudah matang sepenuhnya. Sementara itu, paprika hijau dipanen lebih awal sehingga rasanya cenderung lebih segar dan sedikit pahit.
Lantas, apakah salah satunya lebih unggul untuk mendukung program diet? Ahli gizi Jamie Baham dan Jordan Hill menjelaskan perbedaannya kepada Prevention.
Kandungan Nutrisi Paprika Merah
Paprika merah merupakan salah satu sayuran yang kaya vitamin C. Dalam sekitar setengah cangkir paprika merah, kandungan vitamin C-nya bahkan dapat mencapai sekitar 142 miligram.
Jumlah tersebut sudah memenuhi bahkan melebihi kebutuhan vitamin C harian kebanyakan orang dewasa.
Selain vitamin C, paprika merah juga mengandung serat dan berbagai antioksidan seperti beta-karoten serta likopen. Kandungan tersebut berperan dalam mendukung kesehatan mata, kulit, dan sistem kekebalan tubuh.
Paprika merah juga termasuk sayuran rendah kalori sehingga dapat menjadi pilihan camilan atau tambahan makanan bagi orang yang sedang mengatur asupan kalori.
Bagaimana dengan Paprika Hijau?
Paprika hijau juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Sayuran ini menyediakan vitamin C dan serat, meskipun kandungan vitamin C-nya umumnya sedikit lebih rendah dibandingkan paprika merah.
Dalam 100 gram paprika hijau, terdapat sekitar 23 kalori, 1 gram protein, 5 gram karbohidrat, dan 1 gram serat.
Paprika hijau juga mengandung senyawa antioksidan, termasuk klorofil. Karena dipanen sebelum matang sepenuhnya, rasa paprika hijau cenderung lebih ringan, segar, dan sedikit pahit.
Karakter tersebut membuatnya cocok digunakan dalam salad, tumisan, maupun berbagai hidangan gurih.
Mengapa Paprika Merah Lebih Kaya Nutrisi?
Perbedaan warna paprika sebenarnya berkaitan dengan tingkat kematangannya.
Paprika hijau dipanen lebih awal. Jika dibiarkan matang lebih lanjut, warnanya akan berubah menjadi kuning, oranye, kemudian merah, tergantung varietasnya.
Proses pematangan tersebut menyebabkan perubahan rasa sekaligus komposisi nutrisi. Paprika merah yang sudah matang umumnya memiliki kadar vitamin dan antioksidan tertentu yang lebih tinggi dibandingkan paprika hijau.
Karena itu, paprika merah dapat menjadi pilihan menarik jika ingin mendapatkan asupan vitamin C dan senyawa antioksidan lebih banyak.
Mana yang Lebih Baik untuk Diet?
Dari sisi program penurunan berat badan, paprika merah maupun hijau sama-sama layak dikonsumsi.
Keduanya rendah kalori, mengandung serat, serta dapat memberikan rasa kenyang ketika menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Paprika juga bisa dijadikan camilan renyah, misalnya disantap bersama hummus, atau ditambahkan ke salad dan tumisan.
Jika melihat kandungan vitamin dan antioksidan, paprika merah cenderung lebih unggul karena telah matang sempurna. Namun, bukan berarti paprika hijau menjadi pilihan yang buruk.
Sebaiknya Konsumsi Bergantian
Alih-alih hanya memilih satu jenis, mengonsumsi paprika dengan warna berbeda justru dapat membantu memberikan variasi nutrisi.
Paprika merah cocok untuk hidangan yang membutuhkan rasa lebih manis, sedangkan paprika hijau memberikan sensasi segar dan gurih.
Secara umum, keduanya dapat menjadi bagian dari menu diet sehat selama diolah dengan cara yang tepat dan tidak dipadukan dengan terlalu banyak minyak, saus, atau bahan tinggi kalori.
Bagi sebagian kecil orang yang memiliki alergi atau sensitivitas terhadap kelompok sayuran nightshade, paprika mungkin dapat menimbulkan gangguan pencernaan atau keluhan tertentu. Dalam kondisi tersebut, konsumsinya perlu disesuaikan dengan toleransi tubuh.
