
Jakarta – Banyak makanan yang sering mendapat label kurang sehat ternyata tidak selalu berdampak buruk bagi tubuh. Jika dikonsumsi dengan porsi dan cara yang tepat, beberapa makanan tersebut justru dapat memberikan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan jantung serta pembuluh darah.
Stroke merupakan salah satu penyakit yang risikonya dapat ditekan melalui pola hidup sehat. Selain aktivitas fisik dan kebiasaan harian, pemilihan makanan juga berperan dalam menjaga tekanan darah, kadar kolesterol, serta kesehatan pembuluh darah.
Mengutip Eating Well, para ahli gizi menyebut ada sejumlah makanan yang kerap disalahpahami, tetapi justru memiliki kandungan yang dapat membantu menurunkan risiko stroke.
Berikut enam makanan yang bisa mendukung kesehatan jantung dan otak.
1. Pisang
Pisang sering dianggap kurang baik karena memiliki rasa manis dan kandungan gula alami. Namun, buah ini sebenarnya kaya akan kalium, mineral yang berperan dalam membantu mengontrol tekanan darah.
Tekanan darah tinggi menjadi salah satu faktor risiko terbesar penyebab stroke. Sayangnya, masih banyak orang yang belum memenuhi kebutuhan kalium harian yang direkomendasikan, yaitu sekitar 4.700 mg.
Mengonsumsi pisang secara rutin dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mencukupi asupan kalium tubuh.
2. Kacang-kacangan
Kacang kerap dihindari karena dianggap tinggi kalori. Padahal, sebagian besar lemak dalam kacang merupakan lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung.
Kandungan tersebut membantu menjaga fungsi pembuluh darah sekaligus menurunkan risiko gangguan kardiovaskular. Selain itu, kacang juga mengandung antioksidan seperti vitamin E dan polifenol yang membantu melawan peradangan dalam tubuh.
Peradangan kronis dapat berhubungan dengan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah yang meningkatkan risiko stroke. Beberapa penelitian bahkan menemukan konsumsi kacang secara rutin dapat membantu menurunkan risiko stroke.
3. Oatmeal
Oatmeal terkadang dianggap dapat meningkatkan gula darah, padahal jenis oat tertentu justru memiliki manfaat bagi kesehatan jantung.
Oat mengandung beta-glukan, yaitu serat larut yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Kandungan antioksidan dan senyawa antiinflamasi di dalamnya juga berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah.
Agar manfaatnya lebih optimal, pilih jenis oat yang minim proses seperti rolled oats atau steel-cut oats. Oatmeal juga bisa dikombinasikan dengan protein dan lemak sehat agar lebih seimbang.
4. Kopi
Kopi sering menjadi perdebatan karena kandungan kafeinnya. Kafein memang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara pada sebagian orang, tetapi belum ada bukti kuat bahwa konsumsi kopi menyebabkan tekanan darah tinggi dalam jangka panjang.
Sebaliknya, konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar 2-3 cangkir per hari, justru dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah.
Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa antioksidan seperti asam klorogenat dan flavonoid yang dapat mendukung kesehatan pembuluh darah. Meski begitu, konsumsi kopi tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
5. Kacang polong
Kacang polong atau kelompok makanan seperti beans sering mendapat anggapan kurang baik karena kandungan lektinnya.
Padahal, proses memasak yang tepat dapat mengurangi kadar lektin sehingga aman dikonsumsi. Makanan ini kaya serat larut yang membantu mengurangi kadar kolesterol dengan cara mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan membantu mengeluarkannya dari tubuh.
Selain serat, kacang polong juga mengandung mineral seperti kalium dan magnesium yang mendukung kesehatan jantung serta pembuluh darah.
6. Tahu
Tahu sering dikaitkan dengan berbagai anggapan negatif, termasuk kekhawatiran mengenai kandungan kedelai. Namun, penelitian tidak menunjukkan bahwa tahu berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Sebaliknya, tahu mengandung isoflavon, yaitu senyawa antioksidan yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa konsumsi produk berbahan kedelai, termasuk tahu, berkaitan dengan risiko stroke yang lebih rendah.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko stroke tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan. Pola makan seimbang yang terdiri dari makanan utuh, olahraga rutin, tidak merokok, serta tidur cukup tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
