
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 9-22 Juli 2026. Peringatan tersebut berkaitan dengan munculnya fenomena Bulan perigee dan fase Bulan baru yang diprediksi berlangsung pada 14 Juli 2026.
Menurut BMKG, kombinasi kedua fenomena astronomi tersebut dapat meningkatkan tinggi muka air laut sehingga sejumlah wilayah pesisir di Indonesia berpotensi mengalami pasang maksimum.
Mengenal Fenomena Perigee dan Bulan Baru
Perigee merupakan kondisi ketika Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dalam lintasan orbitnya. Sementara itu, fase Bulan baru terjadi saat posisi Bulan berada hampir sejajar di antara Bumi dan Matahari sehingga permukaannya tampak gelap jika dilihat dari Bumi.
Pada kondisi tersebut, gaya gravitasi Bulan dan Matahari bekerja lebih kuat terhadap lautan. Akibatnya, pasang surut air laut menjadi lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
Fenomena perigee yang bertepatan dengan Bulan baru maupun Bulan purnama umumnya terjadi beberapa kali dalam setahun. Saat kedua peristiwa berlangsung bersamaan, ketinggian pasang laut dapat meningkat secara signifikan dan memicu pasang perigee.
Mengapa Berpotensi Menyebabkan Banjir Rob?
Kenaikan muka air laut akibat pasang perigee dapat semakin besar apabila dipengaruhi faktor lain, seperti kondisi musim, karakteristik wilayah pesisir, hingga perubahan tinggi permukaan laut.
Apabila terjadi di kawasan dataran rendah dekat pantai, air laut berpotensi meluap ke daratan dan menyebabkan banjir rob. Risiko tersebut umumnya lebih tinggi di wilayah yang berada pada elevasi rendah.
Daftar Wilayah Berpotensi Mengalami Banjir Pesisir
BMKG memprakirakan sedikitnya 18 wilayah pesisir berpotensi terdampak banjir rob selama periode 9-22 Juli 2026, meliputi:
- Pesisir Aceh
- Pesisir Sumatera Utara
- Kepulauan Riau
- Sumatera Barat
- Jambi
- Kepulauan Bangka Belitung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Sulawesi Utara
- Maluku
Wilayah-wilayah tersebut memiliki jadwal potensi banjir rob yang berbeda-beda sesuai kondisi pasang air laut di masing-masing daerah.
Masyarakat Diminta Meningkatkan Kewaspadaan
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut. Nelayan, operator pelabuhan, pelaku usaha pesisir, hingga warga yang bermukim di daerah rawan rob disarankan terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Dengan mengetahui jadwal pasang maksimum lebih awal, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti genangan di permukiman, terganggunya aktivitas pelabuhan, transportasi laut, maupun kegiatan ekonomi di wilayah pesisir.
