Baru-baru ini kami mendapati sebuah kabar menarik di mana seorang gamer melayangkan protesnya karena tidak bisa akses aplikasi NVIDIA di PC yang ia gunakan. Padahal, aplikasi tersebut memiliki pengaturan dasar yang dapat mengatur bagaimana kartu grafis diskrit kubu hijau bekerja. Memangnya, ada apa sih?
Gamer Ini Protes karena Tidak Bisa Akses Aplikasi NVIDIA di PC Miliknya

Informasi terkait seorang gamer yang protes karena tak bisa mengakses aplikasi NVIDIA di PC miliknya ini kami dapatkan dari cuitan ObviousRises, yang mencuit bahwa seorang gamer muda tidak bisa mengutak-atik pengaturan dari kartu grafis yang digunakannya.

Dalam cuitan tersebut, terlihat seorang gamer muda bernama DoubleLane29 marah-marah karena dirinya tidak bisa masuk ke dalam aplikasi NVIDIA pada perangkat yang ia gunakan dan menyebut dirinya belum berumur 18 tahun. Tak lupa dirinya menambahkan tangkapan layar dengan teks “You are not eligible to use this application” yang terpampang dengan jelas.
Padahal, aplikasi yang dimaksud bukanlah sebuah aplikasi “dewasa” yang membutuhkan verifikasi atau umur untuk dapat gunakannya mengingat aplikasi yang dimaksud berfungsi sebagai tools untuk mengatur atau mengubah bagaimana kartu grafis kubu hijau tersebut bekerja, sekadar mengatur temperatur pada warna misalkan.

Hanya saja, setelah ditelusuri lebih lanjut hal ini berkaitan erat dengan Online Safety Act alias Undang-Undang Keamanan Online yang berasal dari Inggris dengan tujuan unttuk membuat jagat maya lebih aman dan kondusif bagi anak-anak serta orang dewasa dengan memberikan sejumlah pembatasan di platform-nya.
Sekilas, kasus ini terlihat lucu mengingat gamer muda tersebut mungkin memang terlalu jujur memasukkan informasi pada bagian umur, menjadikannya kesulitan sendiri ketika harus mengakses aplikasi yang terpasang di perangkatnya. Tapi, di sisi lain kita harus mengacungi jempol untuk kejujuran dari gamer muda ini, ya ‘kan brott?